Kita dan Kurikulum 2013

ustadzah arna dUstadzah Arna Dwi Harjatmi, S.Pd., M.Si
(Kepala Sekolah SDIT Insan Kamil Karanganyar)

Perubahan kurikulum merupakan suatu keniscayaan yang terjadi. Di Indonesia, kurikulum mengalami perubahan dari masa ke masa, mulai dari konsep CBSA (Cara Belajar Siswa Aktif), lambat laun berubah menjadi Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK), Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), dan sekarang, Kurikulum 2013.

Perubahan Mendasar

Inti dari kurikulum 2013 ada pada upaya penyederhanaan dan tematik- integratif. Kurikulum 2013 disiapkan untuk mencetak generasi yang siap di dalam menghadapi masa depan. Karena itu, kurikulum disusun untuk mengantisipasi perkembangan masa depan sebagai modal anak bangsa untuk bersaing.

Terdapat beberapa perubahan mendasar dari  kurikulum 2006 ke kurikulum 2013, yaitu Penataan Pola Pikir, Pendalaman dan Perluasan Materi, Penguatan Proses, dan Penyesuaian Beban. Sedangkan elemen yang berubah antara lain: Standar Kompetensi Lulusan, Standar Isi, Standar Poses, dan Standar Penilaian

Kurikulum 2013 menekankan pada dimensi pedagogik modern dalam pembelajaran, yaitu menggunakan pendekatan ilmiah.  Pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran sebagaimana dimaksud  meliputi mengamati, menanya, menalar, mencoba, membentuk jejaring pengetahuan.

Kurikulum 2013 ditandai dengan perubahan penekanan fokus pembelajaran. Jika KTSP masih mengutamakan pada kognitif atau kemampuan akademik, maka Kurikulum 2013 menyoroti unsur spiritual atau aspek afektif sebagai kompetensi inti atau kompetensi utama yang harus dicapai setelah proses belajar mengajar.Kompetensi di ranah kognitif menjadi kompetensi inti ketiga, setelah spritual dan sosial/sikap. Sementara, keterampilan atau aspek psikomotorik menjadi kompetensi keempat yang harus dicapai. Read the rest of this entry

Analisa Sidik Jari

SDIT Insan Kamil memfasilitasi orang tua/wali yang ingin melakukan analisa finger print/sidik jari bagi putra/putrinya, dengan ketentuan :

1. Kegiatan dilaksanakan pada hari Sabtu 13 september 2014 pukul 07.20 di SDIT Insan Kamil

2. Pendaftaran dan pembayaran bisa dilakukan di bagian Administrasi SDIT Insan Kamil.

3. Contoh Hasil analisa fingerprint

NAFISAH AQILA HUSNA

Drama

ini adalah ustadz dan ustadzah ketika tampil pada acara MOS (Masa Orientasi Siswa) Kelas 6

pemain drama sdit

Asyik Membuat Kolase

2

1

Estafet Karet

estafet karet
estafet karet2

Peran Orang Tua Siswa Kelas Satu SD Kurikulum 2013

ibu-dan-anak-belajar-menulis

Perkembangan Konitif anak pada usia 7-11 tahun menurut Jean Piaget , seorang professor psikologi dari Swiss berada pada  tahap kongkret –operasional  ,yakni anak dapat mengenali objek nyata  pada keadaan yang dialaminya.Mereka bisa memahami arti

  • Penjumlahan;” kelerengku sekarang tujuh lalu diberi kak rina tambahan dua”.
  • Pengurangan : “sekarang rotiku  tinggal satu tadi diminta adik “.
  • Memahami Ruang : “ ini gambarku ,gambarmu mana “.
  • Waktu : “sekarang waktunya minum susu lalu tidur “.
  • Mengkelompokan: “ ini buku buku papa dan itu buku buku aku”.
  • Berpiki bolak balik :’ aku lebih tinggi dari adik adik lebih kecil dari aku “.
  • Konservasi ; “ susuku satu botol ini dituang dari satu gelas tadi”.

Secara sederhana anak sudah memiliki kemampuan untuk berpikir lebih kompleks dapat melakukan penalaran logis dan mampu memecahkan masalah.Berkembangnya kemampuan koginitif ini mempermudah anak untuk belajar ilmu pengetahuan  termasuk pembelajaran matematika.

Guna meningkatkan kemampuan anak dalam menjalankan tugas pembelajaran matematika ,orang tua dapat memberikan pembiasaan dalam menjalankan tugas keseharian dirumah. Seperti ;

  1. Biasakanlah anak untuk menata sendiri buku pelajaran nya meletakkan sesuai kategori yang sudah ditetapkan ,rak nomor satu untuk buku tulis ,rak nomor dua untuk  buku paket ,dsb. Demikian juga saat mempersiapkan buku pelajaran yang dibawah kesekolahnya.
  1. Ajarkan anak untuk menghitung jumlah alat tulis yang dibawahnya,minta untuk bertanggug jawab atas  alat tulis yang dibawahnya agar supaya tidak mudah tertinggal atau  hilang.
  1. Dalam mendampingi belajarnya dirumah ,biarkanlah anak untuk menggunakan nalar logisnya sendiri untuk menyelesaikan soal soal yang ditanyakandalam tugas sekolahnya ,jika mengalami kesulitan permudahlah dengan memberi contoh konkret  dengan  asosiasi atas kegiatan yang sudah dilakukan sehari hari hari.Sehingga anak mudah memahami karena sudah mendapatkan  pembelajaran melalui pengalaman pembiasaan sehari hari.    

Pada masa anak menjalani proses kegiatan pembelajarannya peran orang tua amat dibutuhkan ,karena itu menumbuhkembangkan pembiasaan yang dapat mengasah keterampilan berpikir dan rasa tanggung jawab harus dimulai sejak dini dengan pengenalan atas kebiasaan sehari hari yang daialmi anak .Selamat Menyongsong kurikulum  baru…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.